Yayasan

Yayasan

Nama Yayasan

Nama Yayasan ini dengan Yayasan Pendidikan Sunan Giri Malang disingkat YASPURI, atas dasar pertimbangan:

  1. Pendidikan adalah misi utama Yayasan;
  2. Sunan Giri, adalah seorang diantara Wali Sanga yang namanya telah melekat pada Pesanren Luhur Islam Sunan Giri Malang, dan selanjutnya menjadi nama bagi satuan-satuan pendidikan di lingkungan Yayasan ini seperti: STIH Sunan Giri, MTs YASPURI dan MI YASPURI;
  3. Malang, adalah tempat lahirnya gagasan, rintisan dan pendirian serta pusat kegiatan Yayasan.
  4. Berdirinya Yayasan

Mengingat lahirnya gagasan pendirian Fakultas Hukum ini pada tanggal 1 Muharram 1396 H/3 Januari 1976 M. maka hari, tanggal dan tahun tersebut ditetapkan menjadi milad (hari lahir) Yayasan (lihat: Pasal 2 AD I tgl. 11 Oktober 1979, dan Pasal 2 AD Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 1 Nopember 1979.

Kedudukan Yayasan

Yayasan ini berkedudukan di Kota Malang dengan alamat yang berpindah-pindah. Pertama beralamat di jalan Majen Haryono 193 Dinoyo Malang Sekarang:UNISMA), kemudian di Jalan Buring 54 Malang (rumah Ketua Yayasan), dan terakhir (sekarang) di Jalan Joyo Raharjo 240-A Merjosari Malang

KRONOLOGIS

SEJARAH PENDIRIAN YAYASAN PENDIDIKAN SUNAN GIRI MALANG

KEADAAN YAYASAN SEBELUM LAHIRNYA UNDANG-UNDANG NO.16 TAHUN 2001:

P1.   Tanggal 11 Oktober 1979: Penetapan Anggaran Dasar Pertama

  1. Pada waktu itu, 33 tahun yang silam paradikmatik masyarakat umum memandang bahwa segala kebijakan Yayasan ada di tangan Pengurus Yayasan. Berbeda dengan pasca berlakunya Undang-undang Yayasan, yang menetapkan bahwa Pendiri/Pembina Yayasan yang menetukan segalanya.
  2. Oleh sebab itu pada saat itu, Perintis Yayasan mencari senior (sesepuh) yang dipandang pantas untuk menjadi Pengurus Yayasan (lihat: Pasal 6 AD I);
  3. Dan agar STIH Sunan Giri Malang, segera mendapatkan legalitas bagi kegiatan operasionalnya penulis siapkan draft Anggaran Dasar (I) Yayasan, yang pada tanggal 11 Oktober 1979 draft tersebut langsung disahkan oleh 4 (empat) orang Pendiri (I) nya, masing: M. Sjahroel, SH., Drs. Moch. Wijono, SH., Drs. Achmad Sjafi’y, dan H. Tontowi Fadeli, SH

P2.   Tanggal 1 Nopember 1979: Akta Pendirian Yayasan:

  1. Delegasi pendirian Yayasan ke Notaris G. Kamarudzaman, dipercayakan kepada 3 (tiga) orang Pendirinya, yakni: Sdr. M. Sjahroel, SH., Drs. Moch. Wijono, SH., dan H. Tontowi Fadeli, SH., penulis tidak ikut serta ke Notaris.
  2.  20 hari pasca pengesahan Anggaran Dasar I tersebut, keluar Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 1 Nopember 1979 yang dibuat di hadapan Notaris G.Kamarudzaman.
  3. Dengan Akta Pendirian Yayasan tersebut menjadi jelas, bahwa 3 (tiga) tahun sebelum Akta Pendiriannya, Yayasan ini telah ada/lahir.

P3.  Tanggal 13 September 1980: Anggaran Dasar Revisi (I)

Pada tanggal ini diadakan revisi I Anggaran Dasar Yayasan dan revisi tersebut ditetapkan dengan Surat Keputusan Pendiri Nomor: 04/YPSG/ IX/1980 tanggal 15 September 1980, yang isi revisinya antara lain:

  1. Yayasan ini menjadi “onder bouw Jam’iyah NU”
  2. Penentu Yayasan adalah Pengurus Yayasan, bukan Pendiri (Pasal 6 AD)
  3. Sebagaimana dikemukakan pada P1.3 di atas, maka jelas bahwa Pendiri Yayasan ini pada awal mulanya hanya 4 (empat) orang, masing-masing M. Sjahroel, SH., Drs. Moch. Wijono, SH., Drs. Achmad Sjafi’y, Bc.Hk dan Haryono Tontowi F, SH
  4. Catatan:  
  5. Dengan Keputusan Pendiri Nomor: 04/YPSG/IX/1980 tanggal 15 September 1980 tersebut, menjadi terang bahwa sesungguhnya Prof. Dr. H. Moch. Koesnoe, SH dan KH. Usman Mansoer, secara substansial bukan sebagai penggagas, perintis Yayasan sekalipun secra yuridis formal/administratifgai Pendiri Yayasan
  6. Itu sebabnya, kemudian disadari perlunya perubahan II Anggaran Dasar Yayasan.

P4.   Tanggal 9 Oktober 1982: Anggaran Dasar Perubahan (II)

Pada tanggal ini diadakan perubahan Anggaran Dasar Perubahan (II). Perubahan ini dilakukan dengan Keputusan Pengurus Yayasan Nomor:49/YPS/X/1982 tanggal 9 Oktober 1982, bukan oleh (4) empat orang Pendirinya. Diantara perubahan materi perubahan Anggaran Dasar Yayasan, meliputi antara lain:

  1. Tulisan: ”Onder bouw Jam’iyah NU” (lihat: P3.1) dicabut.
  2. Penetapan Pendiri Yayasan bagi 6 (enam) orang (lihat: Pasal 6), masing-masing: Prof. DR. H. Moch. Koesnoe, SH,. KH. Oesman Mansoer, Drs. Moch. Wijono, SH., Drs. Achmad Sjafi’y, Sm.Hk., M. Sjahroel, SH dan Tontowi Fadeli, SH
  3. Ditetapkan bahwa kedudukan sebagai Pendiri Yayasan berlaku surut sejak Yayasan ini didirikan (lihat: AD: Pasal 14 ayat (2))

Catatan:

  1. Dari Keputusan tersebut tampak bahwa Pengurus Yayasan pada saat itu berwenang mengubah dan menetapkan Anggaran Dasar Yayasan, termasuk menetapkan dan mengangkat Pendiri Yayasan;
  2. Pada waktu itu, kekuasaan/kewenangan Pengurus ada di atas dan/atau sejajar dengan kekuasaan Pendiri Yayasan.
  3. Sejak itu Pengurus Yayasan sepakat melakukan penyesuaian kedudukan Pendiri sebagaimana dimuat dalam Akta Pendidian Yayasan sesuai substansinya sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Anggaran Dasar Pertama tanggal 11 Oktober 1979 sebelumnya.

P5.   Tanggal 11 Oktober 1982: Perubahan Akta Yayasan

Catatan:

  1. Dengan keputusan pada P4 keluar Perubahan Akta Yayasan Nomor: 25 tanggal 11 Oktober 1982, yang diantara perubahannya sejak berdirinya Yayasan ini menetapkan 6 (enam) orang Pendiri Yayasan, masing-masing sebagai barikut:
  2. Dr. H. Moch. Koesnoe, SH
  3. H. Oesman Mansoer
  4. Moh. Wijono, SH
  5. Achmad Sjafi’y, SH
  6. Sjahroel, SH
  7. Tontowi Fadeli, SH
  8. Tulisan: “Onder bouw Jam’iyah NU” sebagaimana dimaksud pada angka P3.1 dicabut
  9. Anggaran Dasar perubahan ini berlaku surut mulai sejak didirikan (Pasal 14 ayat (2))
  10. 4. Dengan Akta Perubahan ini sejak tanggal 1 Muharram 1396H/3 Januari 1976 M, jumlah Pendiri berubah dari yang semula 4 (empat) orang bertambah menjadi 5 (lima) orang (lihat: Akta Pendirian Nomor 3 tanggal 1 Nopember 1979) dan kemudian berbah lagi menjadi 6 (enam) orang (lihat: Akta Perubahan Nomor: 25 tanggal 11 Oktober 1982).

P6 .  Tanggal 13 Pebruari 1988: Perubahan Pengurus Yayasan:

Pada tanggal 1 Nopember 1986 diadakan rapat Pengurus untuk merubah susunan Pengurus Yayasan, dan dengan Akta Notaris Mudofir Hadi, SH, Nomor: 019 tanggal 3 Pebruari 1988 susunan Pengurus Yayasan menjadi sebagai berikut:

Ketua                 : Prof. DR. H. Moch. Koesnoe, SH

Sekretaris         : Drs. Achmad Sjafi’y, SH

Bendahara I      : Hj. Siti Soendari, SH

Bendahara II     : Dra. Siti Koestiyah Wiyono

Pembantu         : H. Tontowi Fadeli, SH

P7.   Tanggal 1 Juni 1998: Pergantian Pengurus Yayasan:

Setelah Ketua Yayasan, dhi. Prof. Dr. H. Moch. Koesnoe, SH meninggal pada bulan Mei 1998 pada tanggal ini diadakan pergantian Pengurus Yayasan untuk Periode 1998-2003 dengan Keputusan Pendiri Nomor: 01/Pdr/ VI/1998 tanggal 1 Juni 1998 dengan susunan sebagai berikut:

Ketua                : Hj. Badriah Koesnoe

Sekretaris        : Drs. H. Achmad Sjafi’y, SH

Bendahara       :

  1. Hj. Siti Sundari, SH
  2. Dra. Siti Kustiyah Wijono

Pembantu        : 1. H. Tontowi Fadeli, SH

  1. Drs. H. Hilal Suheru, Sm.Hk

Catatan:

  1. Berhubung Ketua Yayasan tidak bisa aktif menjalankan tugasnya sebagaimana ditentukan dalam Anggaran Dasar Yayasan, maka sejak tanggal 19 Juni 1998 s/d 10 Oktober 2003 segala kegiatan dikendalikan oleh Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) Yayasan, dhi. Sdr. Drs. H. Hilal Suheru, Sm.Hk. Selanjutnya dengan Keputusan Ketua Yayasan Nomor: 01/YPS/X/1998 tanggal 10 Oktober 1998 dia diangkat sebagai Ketua Yayasan.
  2. Akan tetapi, sayang sekalipun sudah sering diingatkan Ketua-Ketua Yayasan tidak pernah mengajak mengadakan rapat tahunan untuk neraca keuangan atau menyampaikan laporan tertulis segala kegiatan dan aset Yayasan sebagaimana diamanatkan dalam Anggaran Dasar Yayasan ( lihat: AD I Pasal 10 ayat (2) jo.AD Pendirian Nomor 3/1979 Pasal 10 ayat (2) jo. AD Perubahan Akta No.25/1982 Pasal 11 ayat (2).
phone